Al Khansa’ ra. (Ummul Syuhada – Ibunda para Syuhada)


Beliau telah Merelakan  keempat kematian putranya dalam Perang Qadisiyyah

Sebelum Islam datang menyinari hatinya, Ia merupakan penyair terbesar, yang memiliki keahlian luar biasa dalam mencipta puisi. Nama sebenarnya : Tumadhar binti ‘Amr bin Syuraid bin ‘Ushayyah As-Sulamiyah.  Ia wanita cerdas dan bijaksana.  Mulai membuat puisi saat saudaranya ,Mu’awiyah bin ‘Amr terbunuh. Serta puisinya yang sangat terkenal adalah ketika ia ditinggalkan mati oleh saudaranya dari pihak ayah, yaitu Shakhr.  Ia sangat mencintai saudaranya tersebut, karena ia penyabar dan penyayang serta disayangi oleh keluarganya, karena melawan bani Asad. Dan dalam pertempuran itulah ia tertusuk oleh Abu Tsaur Al Asadi, yang mengakibatkan luka parah hingga jatuh sakit yang setahun kemudian meninggal dunia.  Selain itu Al Khansa’ juga memiliki kepribadian yang sangat kuat, akhlak mulia, pandangan yang tajam, sabar serta berani.


Ketika Cahaya mulai menyinari Al Khansa’

Ia ikut dalam rombongan kabilah Bani Sulaiman, untuk menemui Nabi SAW dan menyatakan keislamannya. Setelah cahaya Islam dan keimanan menerangi jiwanya. Ia begitu menyesal selama masa jahiliyah berbuat jauh dari kebaikan, sehingga untuk mengejar ketertinggalannya maka ia bertekad rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya untuk membela agama yang agung ini.

Itulah islam, yang mampu menempa seseorang berubah 180 derajat melalui pemahaman islam yang diyakininya.

Pada saat perang Qadissiyah, ia merelakan keempat puteranya untuk turut serta berperang. Sebelum perang, ia mewasiatkan beberapa nasihat:

“Hai putra-putraku, kalian semua memeluk agama Islam dengan suka rela dan berhijrah dengan suka hati. Demi Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya kalian adalah keturunan dari satu ayah dan satu ibu. Aku tidak pernah merendahkan kehormatan dan merubah garis keturunan kalian. Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan akhirat jauh lebih baik dari kehidupan dunia.

Putra-putraku, sabarlah dan tabahlah, bertahanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Semoga kalian menjadi orang-orang yang beruntung. Jika kalian melihat genderang perang telah ditabuh dan apinya telah berkobar, maka terjunlah ke medan laga dan serbulah pusat kekuatan musuh, pasti kalian akan meraih kemenangan dan kemuliaan, di dalam kehidupan abadi dan kekal selama-lamanya”

Pesan tersebut sungguh sangat berpengaruh terhadap semangat putra-putranya. Jika ada salah seorang di antara mereka yang semangatnya mulai surut, maka diingatkan oleh saudaranya yang lain akan pesan ibunya tersebut. Hingga layaknya mereka bagai singa yang mengamuk menyerbu musuh-musuhnya. Meski menghadapi berbagai serangan musuh yang bertubi-tubi. Mereka tetap penuh semangat, hingga akhirnya berguguran satu-persatu menjadi syuhada.

Sebelum jatuh ke tanah dan meraih gelar syahid, setiap orang putra Al Khansa’ melantunkan puisi

Putra pertama berkata:

Saudara-saudaraku, wanita tua yang member nasihat itu. Telah member nasihat kepada kita tadi malam. Nasihatnya sangat jelas dan pernyataannya lugas. Kalian akan berhadapan dalam pertempuran. Dengan bala tentara pasukan Sasan(pesia). Mereka  hanya seperti anjing yang melolong

Putra kedua berkata:

Sesungguhnya wanita tua yang tekadnya bulat dan tegar itu. Telah menyuruh kita agar tetap teguh dan benar. Itulah nasihat yang menunjukkan kasih sayangnya kepada kita. Maka teruslah  berperang dan habisi musuh sebanyak-banyaknya.

Putra ketiga berkata:

Demi Allah kita tidak akan melanggar sedikitpun nasihat wanita tua. Karena itu nasihat dan bukti kasih sayang yang tulus dan lembut. Kobarkan semangat perang dan serbulah pasukan musuh. Hingga kalian berhasil melumat pasukan Kisra hingga habis-habisan.

Putra ke empat berkata:

Aku tidak pantas menjadi putra Al Khansa’ dan Akhram. Aku tidak pantas menjadi orang terhormat yang membanggakan. Jika tidak berada di garis depan pasukan melawan pasukan ‘Ajam. Menyerbu tanpa rasa gentar dan melibas semua rintangan.

Ketika mendengar kabar syahidnya keempat putranya, maka Al Khansa’ sungguh sangat sabar, berbeda dengan ketika ia maih jahiliyah, yang menangis, menampar pipi, merobek pakaian. Namun ia berkata:

“Alhamdulillah(Segala puji bagi Allah) yang telah memberikan kemuliaan dengan kematian mereka. Aku berharap, Allah mengumpulkanku dengan mereka di tempat limpahan kasih sayangNya”

Rasulullah bersabda:

“Siapa yang merelakan tiga orang putra kandungnya(meninggal dunia), maka ia masuk syurga. Seorang wanita bertanya, ‘bagaimana jika hanya dua putra?’ Rasulullah SAW menjawab:’ Begitu juga dua putra’” diriwayatkan oleh Nasa’I dan Ibnu hibban dari anas ra.. Al –albani menyatakan hadits ini shahih dalam kitab shahihul jaami’

Al khansa’ menjadi teladan ideal ibu yang sabar, gigih dalam berjuang dan tegar.

Ia begitu tulus dan tabah dengan pengorbanan besarnya demi meraih anugerah menjadi penghuni surga.

*Sumber:  35 Sirah Shahabiyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s