What’s wrong with Valentine’s Day


by SOULMATE

Februari, siapa sih yang gak kenal kalo identik dengan merah jambu alias nge-pink. Yah, yang mulai membudidaya adalah generasi pembebek V-day (Valentine’s day) yang menjamur di kalangan para remaja. Coba tengok kisah di bawah ini neh,

Soulmate masih inget dulu pas SMP neh, kebetulan se-gang cewek semua. Nah, berhubung kita kagak punya pacar, maka sepakat untuk tukeran coklat en hadiah pada tanggal keramat yang ditentukan, 14 Februari. Saat yang ditunggupun tiba, saat itu kita bereempat sudah masing-masing bawa coklat dan hadiah, eh pas mau tukeran, tiba-tiba salah satu dari teman datang. Dengan lagak mencak-mencak dia pun berkata,


“Woi, V-day tuh gak da dalam ISLAM, gak boleh ngerayainnya, ntar dosa loh!”

“loh koq bisa, kita kan gak pacaran, Cuma tukeran coklat en kado doang, masak gak boleh?”

“tetep aja gak boleh, karena itu menyerupai suatu kaum, en kalo kayak gitu bener2 kita dihukumi sepeti kaum tersebut loh”

Yah, daripada berabe nih, akhirnya kita sepakat makan coklatnya ndiri-ndiri en kadonya juga buat diri sendiri. Nah, itulah imbas dari ketidaktahuan dan ketidakpahaman terhadap agama islam itu sendiri, meski telah menganut islam sejak dalam kandungan. Namun tak berarti, bahwasanya cukup dengan bekal warisan ke-ISLAM-an ortu kita, menjamin bahwa kita pun paham tentang nilai-nilai agama.

Oke my soulmate,agar gak tersesat kayak kisah sekumpulan remaja ABG yang mo nyerayain V-day, yuuk mari baca dengan seksama dan teliti penjelasan dari SOULMATE, kalo masih ada yang njlimet, kurang mudeng dan sulit dipahami langsung aja tembak yang ngasih nih booklet or tantangin para crew SOULMATE yang kalian kenal. Otree, cekidot !

Behind Of Valentine’s Day

Berbagai macam cerita tentang asal muasal V-day berkembang di mana-mana dengan berbagai macam versi.

Menurut The World Book Encyclopedia (1998) , beberapa sumber sejarah menyebutkan perayaan valentine day berasal dari perayaan Lupercalia yang merupakan rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love), Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Constantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Glasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian, tidak pernah ada penjelasan siapa St. Valentine itu, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada yang telah menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).


Islam says…

Nah, my soulmate dah tahu kan asal muasal V-day dari mana. Yup, meski dengan berbagai macam versi kisah tentang V-day. Yang pasti, tak ada satupun kisah tersebut merujuk pada Islam, melainkan Nasrani/ Kristen. Hal ini membuktikan bahwasanya dalam ISLAM tak ada hari valentine. Namun, sayang sekali tak banyak yang tahu hal itu. Seolah, V-day merupakan hari kasih sayang umum untuk seluruh umat manusia, terlepas apapun agamanya. Padahal kalau dilihat secara historis tidaklah demikian. Tahukah my soulmate, sebenarnya ada apa sih dibalik itu semua?

Ada upaya untuk melenakan kaum muslimin dengan kemaksiatan dan perzinahan yang dibalut dengan embel-embel kasih sayang. Kasih sayang yang diidentikkan dalam V-day adalah kasih sayang sepasang insan manusia, laki-laki dan perempuan. Biasa disebut pacaran. Dan tentu saja hal itu bertentangan dengan Islam. Sebagaimana disampaikan Allah dalam firmanNya,

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk” (TQS Al.Isra:32)

Upaya menjauhkan kaum muslim dari aqidah Islam yang lurus. Samuel Zwemer dalam konferensi al Quds untuk para pastur pada tahun 1935 mengatakan: “Sebenarnya tugas kalian bukan mengeluarkan orang-orang Islam dari agamanya menjadi pemeluk agama kalian. Akan tetapi menjauhkan mereka dari agamanya (Al-Qur’an dan Sunnah), generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar hawa nafsu (walaupun mereka muslim)”. Salah satu momen yang sering digunakan untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya adalah valentine day.

“orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (TQS:Al Baqarah:120)

Sudah tahu dengan jelas kan, kenapa V-days itu tidak boleh kita ikuti, karena selain dilarang oleh agama juga merupakan pemicu maraknya kemudharatan. Juga agenda kaum kuffar untuk menghancurkan kaum muslim.

So, Muslimah Smart, Gaul en Syar’ie bakalan bilang “SAY NO TO VALENTINE’S DAY”

SOULMATE 3rd Edition

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s