Membalut embun dengan senyum sebelum mentari muncul merebut…


Membalut embun dengan senyum sebelum mentari muncul merebut seraut wajah indah itu.
Pagi datang hanya sebentar seperti ia tau bahwa tak pernah ada yang suka akan kehadirannya.
Walau begitu pagi tetap muncul, sebab ternyata masih ada yang selalu setia menunggu kedatangannya. Ya, dialah setetes embun yang sungguh begitu suci, sifat apa adanya tak pernah mengeluh sebagai cermin seraut wajah indah itu.


Berbeda dengan malam, malam begitu dinanti, malam begitu disuka dan pabila malamkan pergi semua begitu berat melepasnya, sebab disetiap kepergiannya malam selalu menyimpan sejuta mimpi.
Malam begitu cerdik, dia buat semua seperti kehilangan saat dia pergi sehingga yang setia kepadanya selalu berat melepas kepergiannya.

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s