ETIKA PROFESI


Etika Penggunaan TI
Etika secara umum didefinisikan sebagai suatu kepercayaan atau pemikiran yang mengisi suatu individu, yang keberadaan nya bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atas perilaku yang diperbuat.
Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar dan salah yang diakui oleh masyarakat secara universal. Perbedaanya bahwa etika akan menjadi bebeda dari masyarakat satu dengan masyarakat yang lain.

Tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada etika computer
>Kelenturan logis (logical malleability)
>Faktor transformasi (transformation factors)
>Faktor tak kasat mata (invisibility factors)

ETIKA PEMANFAATAN TI
Dampak pemanfaatan teknologi informasi yang kurang tepat sbb (I Made Wiryana) :
-Rasa takut
-Keterasingan
-Golongan Informasi dan minoritas
-Pentingnya Individu
-Tingkat kompleksitas serta kecepatan yang sudah tidak dapat ditangani
-Makin rentannya organisasi
-Dilarangnya privasi
-Pengangguran dan pemindahan kerja
-Kurangnya tanggung jawab profesi
-Kaburnya citra manusia

Beberapa langkah untuk menghadapi dampak pemanfaatan TI
(I Made Wiryana) :
-Desain yang berpusat pada manusia;
-Dukungan organisasi;
-Perencanaan pekerjaan;
-Pendidikan;
-Umpan balik dan imbalan;
-Meningkatkan kesadaran publik;
-Perangkat hukum;
-Riset yang maju.

Beberapa langkah dalam mengelompokkan perilaku dan menekankan standar etika berupa :
1. Formulasikan suatu kode perilaku.
2. Tetapkan aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah sepertipenggunaan jasa komputer untuk pribadi dan hak milik atas program dan data komputer.
3. Jelaskan sanksi yang akan diambil terhadap pelanggar, seperti tenguran, penghentian, dan tuntutan.
4. Kenali perilaku etis.
5. Fokuskan perhatian pada etika secara terprogram seperti pelatihan dan bacaan yang syaratkan.
6. Promosikan undang-undang kejahatan komputer pada karyawan. Simpan suatu catatan formal yang menetapkan pertanggungjawaban tiap spesialis informasi untuk semua tindakan, dan kurangi godaan untuk melanggar dengan program-program seperti audit etika.
7. Mendorong penggunaan program rehabilitasi yang memperlakukan pelanggar etika dengan cara yang sama seperti perusahaan mempedulikan pemulihan bagi alkoholik atau penyalahgunaan obat bius.
8. Dorong partisipasi dalam perkumpulan profesional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s